Review Buku: The Alpha Girl's Guide

6:45:00 PM



The Alpha Girl's Guide ditujukan untuk membantu seseorang 'menjadi cewek smart, independen, dan anti-galau' tulis Henry Manampiring di halaman muka buku ini. Buku ini saya beli seharga Rp52.000 (20% OFF) di Bukabuku. Bagi yang ingin memilikinya, membeli buku secara online tentu bisa jadi alternatif. Apalagi bagi yang tidak sempat ke toko buku atau tempat tinggalnya cukup jauh dari toko buku. 

Buku ini menuliskan mulai dari definisi Alpha Female: seorang perempuan ambisius, pekerja keras, sangat percaya diri, berprestasi, dihormati, dikagumi, dan disegani oleh para perempuan lain, hingga persiapan untuk menjadi Alpa Female dalam berbagai peran. Status Alpha Female ini tidak bisa kita akui secara pribadi, namun membutuhkan pernyataan dari orang lain. Awalnya istilah ini ada pada dunia binatang, yaitu Alpha Male yang menjadi pimpinan dari kelompok. Kemudian konsep ini dikembangkan juga pada manusia, baik itu laki-laki maupun perempuan. 

Buku ini dilengkapi ilustrasi yang lucu, jadi terkadang membuat saya tertawa juga. Buku ini ditujukan untuk menjadi panduan agar seorang remaja bisa mempersiapkan diri untuk menjadi seorang Alpa Female ketika ia menjadi seorang murid/mahasiswa, ketika menjadi seorang teman, seorang profesional, sampai ketika kita berhubungan dengan lawan jenis. Dalam buku ini juga dibahas mengenai penampilan dan karir Alpa Female.  

Pada dasarnya, ide dari buku ini baik. Saya baru menemukan buku yang menulis dengan tema ini. Hanya saja, ada beberapa bagian yang kurang saya sukai. Saya tidak banyak menemukan bukti ilmiah yang mendukung pernyataan penulis. Penulis banyak mengambil sumber dari web yang membahas psikologi populer. Namun, hal ini juga membuat saya penasaran, sebenarnya, apakah ada jurnal ilmiahnya? Kemudian, saya juga kurang cocok pada beberapa pendapat penulis, seperti alasan seorang perempuan bekerja. Meski begitu, menurut saya, pendapat penulis cukup sama dengan pandangan orang lain pada umumnya. Jadi, buku ini ketika dibaca tidak akan menimbulkan banyak konflik. 

Oh ya, mengenai perempuan bekerja. Menurut penulis, perempuan harus bekerja sebagai persiapan mandiri ketika kita memiliki atau tidak memiliki suami. Laki-laki dalam hidup kita bisa saja suatu saat pergi, dan kita tidak boleh bingung untuk masalah finansial. Oleh karena itu, perempuan harus bekerja. Alasan tersebut sebenarnya tidak salah, namun saya kurang suka saja. Perempuan harus bekerja dengan alasan yang lebih besar, bukan sekedar kekhawatiran finansial. Perempuan bekerja untuk aktualisasi diri, untuk menjadi bermanfaat bagi banyak orang. Ya, meski begitu, alasan yang penulis tuliskan juga tidak apa-apa, sih :D 

Saya, di usia menginjak 23 tahun, berharap banyak pada buku ini. Akan tetapi, saya kira buku ini lebih cocok dibaca oleh remaja perempuan usia 16-22 tahun. Buku ini cocok sekali dibaca oleh siswa SMA hingga mahasiswa sarjana. Hal ini karena di dalam buku ini bahasannya memang menyasar mereka dan mempersiapkan remaja untuk memasuki dunia bekerja profesional. Saya tetap menyarankan beberapa orang untuk membaca buku ini. Pesan khusus saya, bagi perempuan di atas 22 tahun yang ingin membaca buku ini, silakan turunkan level ekspektasi Anda. 

Buku ini juga menyajikan wawancara dengan Najwa Shihab dan juga Alanda Kariza. Sebuah bonus yang menarik. Rating: 2/5 

Love, 
bungaazzahra 

You Might Also Like

0 comments

Haniva Az Zahra. Powered by Blogger.