5 Hal yang Harus Kamu Lakukan di Resepsi Teman

9:54:00 PM

Saya pribadi cukup jarang datang ke acara resepsi teman. Hanya benar-benar teman terdekat yang acara resepsinya saya hadiri. Sejujurnya, hal ini bukan merupakan hal yang baik. Akan tetapi, karena pada dasarnya saya memiliki porsi pribadi seorang Introvert, saya memang seringkali merasa cukup lelah bila harus bertemu dengan banyak orang. Hal yang aneh ya?

Meski begitu, sebenarnya saya memiliki kriteria yang akan diikuti ketika memutuskan untuk menghadiri resepsi teman. Hal-hal tersebut lah yang akan saya bagikan dalam tulisan kali ini. Sebelum itu, saya sebenarnya sudah lama terpikir untuk menulis tentang ini. Akhir pekan kemarin, ketika saya menemani bang Akhyar untuk datang ke resepsi sahabatnya, saya jadi bersemangat untuk menulis tentang ini. Akhirnya, satu minggu berlalu dan tulisannya baru akan diposting sekarang hehe.


Menurutku, ada minimal 5 hal yang harus kamu lakukan ketika datang ke resepsi teman, yaitu: 

1. Pastikan kamu diundang

Hal ini menurutku pribadi adalah hal yang penting. Terkadang, saya menganggap yang namanya undangan adalah undangan yang disampaikan secara personal. Kalau ada undangan yang disampaikan secara personal kepada saya, saya pribadi pasti akan sangat mengusahakan diri untuk hadir. Bagaimana dengan undangan yang disampaikan via grup Whatsapp atau Facebook? Saya seringkali membedakan pemberitahuan dengan undangan. Jadilah, seringkali saya banyak melewatkan undangan-undangan yang memang tidak disampaikan secara personal.

Bukan apa-apa, saya merasa resepsi itu segala hal yang ada di dalamnya dilakukan dengan penuh perhitungan, seperti jumlah makanan yang ada, jumlah kenang-kenangan yang diberikan, luas tempat, dan juga lain-lain. Kebetulan saya mengikuti orang tua saya yang biasa diberikan undangan secara personal. Ayah saya kebetulan sangat tidak setuju dengan undangan yang disebar via media sosial. Hal ini karena jumlah tamu yang hadir tidak begitu mudah untuk diprediksi. Nah, saya sejak lama memposisikan diri saya juga demikian. Memang aneh sih ya, tapi ya begitulah saya.

Sebenarnya kalau merasa undangan via grup Whatsapp atau Facebook itu sudah cukup bagimu, pun tidak masalah. Tandanya kamu orang yang baik apabila tetap mau datang ke acara temanmu. Itu adalah hal yang saya kagumi juga. Meski saya pribadi tidak bisa, saya menyimpan rasa hormat bagi teman-teman saya yang setiap minggunya sangat rajin untuk datang ke acara resepsi teman. Menurut saya, mereka hebat. Sedangkan saya, di akhir pekan saya lebih memilih beristirahat atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

Poin pentingnya adalah memastikan dirimu diundang, tentu ini menghindarkan kamu dari perilaku “tiba-tiba datang ke acara resepsi entah siapa” kan hehe..

2. Datang dengan kado/amplop

Ketika kamu memutuskan untuk datang ke acara resepsi teman, bawalah kado maupun amplop untuk temanmu yang sedang berbahagia. Hal ini adalah hal yang penting sebagai tanda kita ikut berbahagia dengan acara teman kita. Pada dasarnya kado atau amplop adalah hal yang bebas saja, tidak mengikat. Akan tetapi, bagi saya pribadi hal ini menjadi wajib dibawa apabila kita datang ke acara resepsi teman. Lebih dari menyatakan ikut berbahagia dengan acara teman, kita juga seakan “membayar” makanan yang kita makan di acara resepsi kan. Entahlah, boleh tidak ya menganggap seperti itu?

Nah, ini juga bisa menjadi dasar jawaban dari berapa ya besaran/nilai uang dari kado maupun amplop kita. Minimal ya sesuai dengan yang kita “makan” di acara teman, namun tentu kalau lebih menjadi salah satu hal yang baik dari diri kita. Walaupun betul acara resepsi bukan sekedar tentang uang yang dikeluarkan, ada baiknya menurut saya pribadi kalau kita cukup peka untuk memberikan sesuatu kepada teman kita sendiri.

3. (Sebaiknya) salaman dulu baru makan

Saya selalu berpikir hal ini sama saja dengan menunaikan kewajiban terlebih dahulu barulah meminta apa yang menjadi hak kita. Saya mengusahakan untuk bersalaman dengan teman saya dan keluarganya terlebih dahulu di pelaminan. Barulah setelah itu kalau masih ada waktu, saya akan mencicipi beberapa makanan yang ada. Keanehan saya yang berikutnya adalah, saya tidak terbiasa untuk makan di acara resepsi teman. Hal ini sebenarnya sangat terpengaruh oleh orang tua saya yang tidak berlama-lama di acara resepsi. Aneh ya? Nah, saya juga jadi terbiasa untuk melakukan hal yang sama deh. Keluarga saya biasanya hanya bersalaman kemudian langsung pamit pulang. Sepertinya kami semua sepakat kami tidak terlalu nyaman berada di antara banyak orang. Meski begitu, kalau ayah dan ibu saya merupakan tamu VIP, mereka menyempatkan untuk makan sedikit sambil bercengkerama dengan rekan-rekan mereka yang lain.

Saya sendiri sulit untuk makan dalam kondisi berdiri. Selain itu, saya pada dasarnya juga tidak terlalu senang mencoba makanan-makanan baru. Iya ini aneh sekali ya, saya ternyata memang seaneh itu. Sebenarnya hal ini juga berhubungan dengan alasan-alasan yang disampaikan di atas, saya khawatir makanannya kurang untuk tamu yang lebih penting.

Nah, kalau ternyata antrian untuk bersalaman sangat panjang? Tentu kamu cukup bijak untuk mengambil makanan terlebih dahulu sembari menunggu. Saya pribadi tidak merasa ada masalah untuk sikap seperti ini kok ;)

4. Menghabiskan makanan

Nah, ini dia. Di antara poin-poin yang ada di atas. Inilah poin yang paling wajib untuk dilakukan. Untuk poin-poin sebelumnya, toleransi saya tinggi sekali. Akan tetapi, kalau untuk urusan menghabiskan makanan ini menjadi sangat wajib-wajib-wajib untuk dilakukan. Makanan yang kita ambil, apapun itu, baik itu prasmanan maupun makanan di saung wajib untuk dihabiskan. Oleh karena itu, ketika ingin mencoba suatu makanan baru, wajib yakin kalau akan menghabiskan makanan yang sudah diambil.

Jangan sampai oh jangan sampai kita membuat makanan yang ada terbuang sia-sia. Selain karena faktor makanan itu adalah uang yang sudah dikeluarkan oleh keluarga teman kita, membuang makanan tentu bukan hal yang baik kan?

5. Meletakkan bekas piring dan gelas pada tempatnya

Terakhir, sejujurnya, saya itu suka pusing kalau sampai ke acara resepsi teman yang sudah berantakan karena bekas piring dimana-mana. Terkadang kalau kondisinya standing party kita sembarangan meletakkan piring kotor. Nah, kalau bisa sih kita jangan seperti itu ya..

Coba lihat sebelum mengambil makan, dimana ya meja tempat piring kotor? Ini bukan hal yang sulit menurut saya kalau memang kita mau melakukannya. Begitu juga dengan gelas ya, terkadang kita mengambil minuman terlalu banyak dan tidak menghabiskannya. Coba pikirkan, kalau gelas tersebut tumpah, nah itulah yang akan membuat tempat resepsi teman kita menjadi kotor.

Kalau kita menghormati teman kita, mari bersama-sama jaga kebersihan di acara resepsinya. Semua orang pasti menginginkan acara resepsi yang berjalan dengan lancar, bersih, dan nyaman bagi semua orang. Kalau tempat resepsinya bersih, dekorasi makanan dan rasa makanan juga jadi lebih menyenangkan untuk dinikmati loh..

Oke, begitulah pendapat saya mengenai 5 hal yang (sebaiknya) harus kamu lakukan di resepsi teman. Saya pribadi pun masih senantiasa berusaha untuk menerapkannya, semoga kamu juga yaa… Ada lagi kah menurut kamu hal yang harus kita lakukan? Kalau ada, kasih tahu saya dong..
Semoga tulisan saya kali ini ada yang bisa diambil manfaatnya ya.. sampai jumpa di tulisan berikut-berikutnya.

Love,
bungaazzahra

You Might Also Like

2 comments

  1. Hana dulu tipe berusaha dateng ke semua undangan kalau emang hana diundang baik via fb atau wa tapi sekarang capai.. Jadi sada tiap minggu habis buat main ke nikahan temen.. Sekarang dateng ke yang dekat aja..hana juga berusaha salaman dulu baru makan tapi ada kalanya kondisinya ngga memungkinkan misal pengantin lagi foto bareng dan antrian panjang, hana jadi milih makan dulu baru ngantri salaman. Soal salaman fleksibel sih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. dear Hana, iya sih ya angkatan kita ini masuk ke masa-masa setiap minggu ada agenda resepsi teman hehe.. bener soal salaman fleksibel yang penting waktu kita efektif ya hehe tidak terbuang karena menunggu..

      Delete

Haniva Az Zahra. Powered by Blogger.